lahirnya slank gak ada mati nya...

lahir nya slank di tanah air
Category: Slankipedia Published on Thursday, 12 April 2012 17:28 Written by Redaksi Hits: 1683
Sebelum Slank resmi berdiri, Bimo Setiawan Almachzumi yang merupakan
seorang drummer pada awalnya membentuk band bernama Cikini Stones
Complex bersama teman – temannya ketika bersekolah di Perguruan Cikini
Jakarta.
Namun karena merasa lelah dan bosan hanya membawakan lagu –
lagu dari band Rolling Stone, maka pada tahun 1983 akhirnya bimbim
membubarkan CSC. Kemudian bersama sepupunya Denny “BDN” sebagai Bass,
Erwan pada Vokal, dan Kiki yang juga mantan gitaris CSC, Bimbim berniat
untuk membentuk band baru dengan nama “Red Evil”. Lewat grup ini mereka
mulai membawakan lagu sendiri dan mereka kini bebas membawakan lagu apa
saja, meski persentasinya lebih banyak lagu barat. Hanya saja lagu –
lagi dari Van Halen mendapat porsi paling banyak karena karakter vokal
Erwan dikatakan mirip sama David Lee Roth.
Karena kurang puas
hanya dengan satu gitaris, lantas Bimbim mengajak Bongky Marcel gitaris
“Rese Band” yang sebenarnya justru saingan dari Red Evil. Mereka pertama
kali bertemu di daerah menteng, lalu Bongky ikut kawannya latihan di
tempat Bimbim. Lewat pertemuan itu, Bongky pun sepakat untuk jalan
bareng Bimbim. Pada awal terbentuknya kerjasama Bimbim dan Bongky ini,
beberapa kali manggung mereka masih membawakan lagu milik Rolling Stones
dan Van hallen tapi entah kenapa nggak pernah bisa persis dengan band
aslinya. Maka dari itu, teman – teman mereka yang sering di ajak untuk
meramaikan penampilan mereka tersebut, menyebut mereka band Slenge’an.
Untuk meramaikan penampilanyna, setiap manggung mereka mengajak teman –
teman sekolahnya (anak – anak Percik) dengan bayaran sebotol
minuman.Ketika itu mereka masih berdiri dengan bendera Red Evil, akhir
desember 1983 akhirnya berniat untuk merubah nama tersebut. Proses
pemilihan nama untuk band ini dilangsungkan di arena Bowling Hotel
Kartika Chandra, ketika mereka sedang merayakan ulang tahun Denny “BDN”.
Awalnya Bimbim mengusulkan agar menggunakan nama Red Eyes saja, namun
setelah berkompromi dan mengingat perkataan teman - teman mereka yang
selalu menyebut mereka slenge’an, maka terpilihlah nama SLANK.
Jadi
formasi pertama Slank adalah Erwan (Vokal), Bongky (Gitar), Kiki
(Gitar), Bimbim (Drum) dan Denny BDN (Bass). Untuk pertama kalinya
mereka tampil dengan nama ‘Slank’ di Universitas Nasional, dengan
semangat membawakan lagu-lagu cipatan sendiri. Namun sayang sekali
penampilan mereka tersebut hasilnya kacau. Slank kalah pamor dengan band
‘Makara’ yang saat itu diisi ‘Adi Adrian Kla Project’ dan bermain jauh
lebih bagus dari Slank. Walaupun penampilannya kacau, namun Slank tetap
berbangga hati karena datang dengan kawalan seorang manajer yaitu Erry
kakak dari Erwan.
Tahun 1983 Slank ikut festival band KMSS di
istora Senayan, Jakarta. Saingan mereka saat itu adalah band ‘Grass
Rock’ dan ‘Ita Purnamasari’. Yang unik disini, Slank membawa gamelan
Jawa ke atas panggung dan Erwan sang vokalis sendiri yang memainkannya.
Gamelan Jawa mereka pilih bukan cuma buat antik-antikan semata,
melainkan karena Slank memandang irama gending itu sebagai bluesnya
Indonesia. Tentu saja penampilan mereka tersebut membuat heboh dan
terkesan nyeleneh dari yang lain. Namun Slank harus kembali merasakan
sedikit kecewa karena ternyata mereka kalah dari grup band asal
Surabaya, Grass Rock. Seperti remaja yang sedang mencari jati diri, pada
awalnya Slank juga mengalami beberapa pergantian personil. Sang gitaris
Kiki yang merupakan saudara kandung Kaka (vokalis Slank saat ini)
memutuskan untuk keluar dari Slank dan secara otomatis pada tahun 1984
Slank hanya berformasi 4 orang saja. Akhirnya kakak kandung Bimbim yaitu
Adri yang merupakan seorang Keyboardis digaet untuk membantu Slank saat
itu. Setelah Kiki, Erwan juga hengkang dari Slank pada 1985 dikarenakan
harus pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya. Posisi vokal
yang kosong karena kepergian Erwan, akhirnya diisi oleh seorang wanita
yaitu Uti Suharyani.
Tahun berikutnya 1986, Well Welly yang juga
merupakan mantan vokalis CSC masuk menjadi vokalis Slank berikutnya.
Slank masih terus melakukan perombakan hingga setahun setelah Well welly
masuk, Adri sang keyboard keluar dari Slank dan posisinya digantikan
oleh Andre. Formasi selanjutnya atau formasi ke tujuh tepatnya 1987,
Well welly ikutan hengkang dari Slank dan posisi vokal akhirnya diisi
oleh sang bassis Denny “BDN”. Untuk mengisi kekosongan pada bass yang
sebelumnya dipegang Denny, akhirnya Slank mengajak Imanez mantan
personil Metal Crew untuk bermain bass. Pergantian formasi masih terus
terjadi ditubuh Slank, sampai pada tahun berikutnya 1988 Imanez keluar
dari Slank dan Denny “BDN” yang tadinya mengisi vokal kembali memegang
bass dan posisi vokal diisi oleh Sammy. Bukan hanya Imanez, Bongky yang
memegang gitar juga harus keluar dari Slank. Slank kemudian menggaet
Jaya dan seorang gitaris asal Medan yaitu Parlin Burman Siburian atau
yang akrab dipanggil Pay yang berasal dari band ‘Navy Punk’ masuk untuk
mengisi posisi gitar yang ditinggalkan Bongky.
Tidak
berlangsung lama, Jaya dan Pay harus hengkang dari Slank dan Imanez
kembali masuk untuk mengisi bass. Posisi gitar akhirnya hanya digantikan
oleh Anto dan Denny “BDN” kembali beralih ke vokal menggantikan Sammy.
Pada formasi ke – 10 Tole masuk mengisi bass, sehingga Imanez beralih ke
gitar. Mantan personil lama Slank yang merupakan kaka dari Bimbim yakni
Adri sidharta kembali lagi untuk mengisi keyboard dan posisi vokal yang
ditinggalkan Denny “BDN” digantikan oleh Andy Liany. Formasi berikutnya
atau formasi ke – 11 merupakan formasi Slank paling ‘Genit’, karena
posisi vokal Andy Liany digantikan oleh seorang wanita yaitu Nita
Tilana. Setelah itu, Slank kembali lagi harus melakukan pergantian
personil. Hingga pada akhir tahun 1988 terbentuk formasi Slank yang ke –
12, dengan Well welly yang kembali mengisi Vokal, Pay yang juga kembali
mengisi gitar, serta posisi keyboard yang tadinya diisi oleh Adri pun
digantikan oleh keyboardis beraliran Jazz yaitu Indra Qadarsih yang
berasal dari band Chivas. Sampai saat itu hanya formasi drum yang tidak
pernah berubah, tetap diisi oleh Bimbim.
Sampai pada akhirnya
tahun 1989 Bongky kembali ke Slank. Bongky yang sebelumnya mengisi gitar
pada Slank, kali ini harus rela berpindah ke Bass karena posisi gitar
telah diisi oleh Pay. Bongki memerlukan beberapa waktu untuk beradaptasi
di posisi barunya tersebut. Masih di tahun yang sama, Well welly keluar
dari Slank. Lalu posisi vokal digantikan oleh Akhadi Wira Satriaji atau
Kaka, yang sebelumnya bernaung digrup band Lovina bersama Mastto adik
dari Bimbim. Pada tahun inilah formasi ‘AJAIB’ yakni formasi SLANK ke –
13 terbentuk.Formasi ke – 13 ini merupakan masa ke-emasan Slank. Setelah
5 tahun demo mereka ditolak oleh beberapa produser rekaman, akhirnya
Slank mendapat kesempatan untuk menjalin kontrak dengan pemilik studio
rekaman Triple M yaitu Macank. Namun baru menggarap lagu ke – 5, Boedi
Soesatio teman dekat dari ayah Indra yang merupakan seorang produser
rekaman menawarkan Slank untuk menjalin kontrak. Setelah itu, Slank
mulai rekaman dan lahirlah album “Suit.. Suit.. He.. He.. (Gadis Sexy)”
dengan desain cover sebuah logo bertuliskan Slank buatan Budi Soesatio
dan album tersebut pun mendapat penghargaan sebagai album dengan
penjualan terbaik tahun 1990 – 1991 dalam BASF awards kategori musik
rock.
Lewat lagu Maafkan yang menjadi andalan, Slank berhasil
mendapat perhatian di belantika musik Indonesia. Karena saat itu hanya
Slank yang berani membawakan lagu sendiri diantara band lain yang sedang
giat meng-cover lagu dari band luar. Berkat penampilannya yang luar
biasa nyeleneh yang justru memikat para kaula muda saat itu, Slank
justru melupakan kontraknya dengan sang vokalis Kaka yang pada awalnya
hanya dipinjam selama dua tahun saja. Setelah kesuksesan album pertama
tadi, tahun berikutnya Slank kembali meluncurkan album terbaru yang
diberi berjudul “Kampungan”. Dalam album yang berdesain cover penuh
kecerahan dengan warna merah hati sebagai warna dasarnya ini, Slank
terlihat lebih slenge’an dengan beberapa lagu di dalamnya terkesan
merupakan luapan emosi dari para personil Slank. Lagu yang telah
melegenda dan sudah memiliki 5 versi yakni Terlalu Manis, menjadi lagu
andalan pada saat itu. Keunikan album ini adalah, terselipnya lagu ‘Nina
Bobo’ yang dinyanyikan oleh Slank dan diiringi dengkuran operator
Jackson Studio tempat mereka rekaman. Album ini juga medapat penghargaan
BASF Best Selling Album 1991-1992 kategori Pop Rock. Sang gitaris yakni
Pay juga sempat keluar dari Slank karena kesibukannya membantu album
solo milik Andy Lyani, namun pada akhirnya personil yang lain berhasil
membujuknya kembali.
Selepas album kedua tersebut, Slank mendapatkan
cobaan. Ketika berada di Bali, para personil Slank mendapat tawaran
dari kawan barunya untuk mencoba barang haram (Narkotika) yang pada
akhirnya menjerat mereka sehingga para personil Slank menjadi pecandu.
Di tengah kondisi tersebut, Slank masih bisa profesional. Terbukti
dengan album ke – 3nya yang berjudul “PISS” dengan cover album sesosok
tubuh pria bertelanjang dada meraih penghargaan BASF Selling Album
1992-1993 kategori Rock Alternatif. Karena mempunyai beberapa masalah
dengan Boedi Soesatio, selepas album ketiga tersebut Slank melakukan
reformasi dengan memutuskan untuk berdiri sendiri. Slank memilih jalan
baru dalam bermusik, yakni menjadi indie label tepatnya pada tahun 1994.
Lepas dari Boedi, akhirnya slank menggaet Denny “BDN” mantan personil Slank yang saat itu bekerja di perusahaan valas untuk mengurusi
manajemen yang diberi nama ‘Pulau Biru Production’. Pulau Biru merupakan
salah satu judul lagu yang terdapat di album Kampungan dan Slank juga
mengusung bendera rekaman baru yakni “Piss Record”.
Dibawah bendera
Piss Record, Slank berhasil meluncurkan album ke – empat dengan judul
”Generasi Biroe” yang proses penggarapannya berlangsung di tiga tempat
berbeda, yakni di Pondok Nurul (Puncak, Jawa Barat), Cibubur, dan
bangunan bekas sekolah milik Bunda Iffet yang terletak di Jalan Potlot
akhirnya direlakan untuk dibentuk ulang menjadi studio. Alhasil album
ini meraih BASF Double Platinum Album untuk kategori Penjualan Album
Rock Terlaris Tahun 1994-1995. Bahkan belum lama ini Denny Sakrie yang
merupakan seorang pengamat musik mengatakan bahwa, album Generasi Biroe
ini merupakan album terbaik Slank. Dalam album ini terdapat lagu
Terbunuh Sepi yang meraih penghargaan sebagai Video Klip Favorit dari
VMI (Video Musik Indonesia) 1994/1995 dan Video Klip Terbaik Sepanjang
Tahun 1995/1996. Kesuksesan Slank tidak hanya sampai di album keempat.
Tahun berikutnya 1995 Slank meluncurkan album kelima yang berjudul
“Minoritas”. Lagu Bang Bang Tut yang menjadi andalan berhasil mendapat
penghargaan sebagai Video Klip Terbaik dari VMI (Video Musik Indonesia)
Tahun 1995/1996. Keunikan album ini terlihat dari kreatifitas Slank yang
menuliskan lirik lagu dengan tulisan terbalik, jadi dibutuhkan sebuah
cermin untuk membaca lirik lagu di album kelima Slank ini.
Aroma keretakan antar personel Slank formasi ke – 13 pun mulai terjadi
setelah rilisnya album Minoritas tersebut. Masing – masing personil
bersikap apatis karena pengaruh narkoba yang menaungi jiwa dan raga
mereka. Selain itu masing – masing personil juga memiliki kesibukan
sendiri seperti membantu produksi album penyanyi lain. Sehingga Slank
pun sedikit terlantar dan membuat kekompakan Slank semakin tidak bisa
dipertahankan. Sampai pada akhirnya, Bimbim selaku leader band
memutuskan agar Slank vakum terlebih dahulu dan setelah itu Bimbim
melayangkan surat pemecatan terhadap tiga personel Slank yakni Bongky,
Indra, dan Pay. Formasi yang begitu solid yang sering dibilang formasi
Ajaib dan menciptakan fenomena itu pada akhirnya harus bubar juga.
demikian sekilas info slank dari saya..
somaga bermanfaat bro..
piiiissss.....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar