Jumat, 21 Februari 2014

lahirnya slank gak ada mati nya...


 


 

 
 lahir nya slank di tanah air
Category: Slankipedia Published on Thursday, 12 April 2012 17:28 Written by Redaksi Hits: 1683
 
          Sebelum Slank resmi berdiri, Bimo Setiawan Almachzumi yang merupakan seorang drummer pada awalnya membentuk band bernama Cikini Stones Complex bersama teman – temannya ketika bersekolah di Perguruan Cikini Jakarta.
Namun karena merasa lelah dan bosan hanya membawakan lagu – lagu dari band Rolling Stone, maka pada tahun 1983 akhirnya bimbim membubarkan CSC. Kemudian bersama sepupunya Denny “BDN” sebagai Bass, Erwan pada Vokal, dan Kiki yang juga mantan gitaris CSC, Bimbim berniat untuk membentuk band baru dengan nama “Red Evil”. Lewat grup ini mereka mulai membawakan lagu sendiri dan mereka kini bebas membawakan lagu apa saja, meski persentasinya lebih banyak lagu barat. Hanya saja lagu – lagi dari Van Halen mendapat porsi paling banyak karena karakter vokal Erwan dikatakan mirip sama David Lee Roth.

        Karena kurang puas hanya dengan satu gitaris, lantas Bimbim mengajak Bongky Marcel gitaris “Rese Band” yang sebenarnya justru saingan dari Red Evil. Mereka pertama kali bertemu di daerah menteng, lalu Bongky ikut kawannya latihan di tempat Bimbim. Lewat pertemuan itu, Bongky pun sepakat untuk jalan bareng Bimbim. Pada awal terbentuknya kerjasama Bimbim dan Bongky ini, beberapa kali manggung mereka masih membawakan lagu milik Rolling Stones dan Van hallen tapi entah kenapa nggak pernah bisa persis dengan band aslinya. Maka dari itu, teman – teman mereka yang sering di ajak untuk meramaikan penampilan mereka tersebut, menyebut mereka band Slenge’an. Untuk meramaikan penampilanyna, setiap manggung mereka mengajak teman – teman sekolahnya (anak – anak Percik) dengan bayaran sebotol minuman.Ketika itu mereka masih berdiri dengan bendera Red Evil, akhir desember 1983 akhirnya berniat untuk merubah nama tersebut. Proses pemilihan nama untuk band ini dilangsungkan di arena Bowling Hotel Kartika Chandra, ketika mereka sedang merayakan ulang tahun Denny “BDN”. Awalnya Bimbim mengusulkan agar menggunakan nama Red Eyes saja, namun setelah berkompromi dan mengingat perkataan teman - teman mereka yang selalu menyebut mereka slenge’an, maka terpilihlah nama SLANK.
Jadi formasi pertama Slank adalah Erwan (Vokal), Bongky (Gitar), Kiki (Gitar), Bimbim (Drum) dan Denny BDN (Bass). Untuk pertama kalinya mereka tampil dengan nama ‘Slank’ di Universitas Nasional, dengan semangat membawakan lagu-lagu cipatan sendiri. Namun sayang sekali penampilan mereka tersebut hasilnya kacau. Slank kalah pamor dengan band ‘Makara’ yang saat itu diisi ‘Adi Adrian Kla Project’ dan bermain jauh lebih bagus dari Slank. Walaupun penampilannya kacau, namun Slank tetap berbangga hati karena datang dengan kawalan seorang manajer yaitu Erry kakak dari Erwan.

 
      Tahun 1983 Slank ikut festival band KMSS di istora Senayan, Jakarta. Saingan mereka saat itu adalah band ‘Grass Rock’ dan ‘Ita Purnamasari’. Yang unik disini, Slank membawa gamelan Jawa ke atas panggung dan Erwan sang vokalis sendiri yang memainkannya. Gamelan Jawa mereka pilih bukan cuma buat antik-antikan semata, melainkan karena Slank memandang irama gending itu sebagai bluesnya Indonesia. Tentu saja penampilan mereka tersebut membuat heboh dan terkesan nyeleneh dari yang lain. Namun Slank harus kembali merasakan sedikit kecewa karena ternyata mereka kalah dari grup band asal Surabaya, Grass Rock. Seperti remaja yang sedang mencari jati diri, pada awalnya Slank juga mengalami beberapa pergantian personil. Sang gitaris Kiki yang merupakan saudara kandung Kaka (vokalis Slank saat ini) memutuskan untuk keluar dari Slank dan secara otomatis pada tahun 1984 Slank hanya berformasi 4 orang saja. Akhirnya kakak kandung Bimbim yaitu Adri yang merupakan seorang Keyboardis digaet untuk membantu Slank saat itu. Setelah Kiki, Erwan juga hengkang dari Slank pada 1985 dikarenakan harus pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya. Posisi vokal yang kosong karena kepergian Erwan, akhirnya diisi oleh seorang wanita yaitu Uti Suharyani.
Tahun berikutnya 1986, Well Welly yang juga merupakan mantan vokalis CSC masuk menjadi vokalis Slank berikutnya. Slank masih terus melakukan perombakan hingga setahun setelah Well welly masuk, Adri sang keyboard keluar dari Slank dan posisinya digantikan oleh Andre. Formasi selanjutnya atau formasi ke tujuh tepatnya 1987, Well welly ikutan hengkang dari Slank dan posisi vokal akhirnya diisi oleh sang bassis Denny “BDN”. Untuk mengisi kekosongan pada bass yang sebelumnya dipegang Denny, akhirnya Slank mengajak Imanez mantan personil Metal Crew untuk bermain bass. Pergantian formasi masih terus terjadi ditubuh Slank, sampai pada tahun berikutnya 1988 Imanez keluar dari Slank dan Denny “BDN” yang tadinya mengisi vokal kembali memegang bass dan posisi vokal diisi oleh Sammy. Bukan hanya Imanez, Bongky yang memegang gitar juga harus keluar dari Slank. Slank kemudian menggaet Jaya dan seorang gitaris asal Medan yaitu Parlin Burman Siburian atau yang akrab dipanggil Pay yang berasal dari band ‘Navy Punk’ masuk untuk mengisi posisi gitar yang ditinggalkan Bongky.
     Tidak berlangsung lama, Jaya dan Pay harus hengkang dari Slank dan Imanez kembali masuk untuk mengisi bass. Posisi gitar akhirnya hanya digantikan oleh Anto dan Denny “BDN” kembali beralih ke vokal menggantikan Sammy. Pada formasi ke – 10 Tole masuk mengisi bass, sehingga Imanez beralih ke gitar. Mantan personil lama Slank yang merupakan kaka dari Bimbim yakni Adri sidharta kembali lagi untuk mengisi keyboard dan posisi vokal yang ditinggalkan Denny “BDN” digantikan oleh Andy Liany. Formasi berikutnya atau formasi ke – 11 merupakan formasi Slank paling ‘Genit’, karena posisi vokal Andy Liany digantikan oleh seorang wanita yaitu Nita Tilana. Setelah itu, Slank kembali lagi harus melakukan pergantian personil. Hingga pada akhir tahun 1988 terbentuk formasi Slank yang ke – 12, dengan Well welly yang kembali mengisi Vokal, Pay yang juga kembali mengisi gitar, serta posisi keyboard yang tadinya diisi oleh Adri pun digantikan oleh keyboardis beraliran Jazz yaitu Indra Qadarsih yang berasal dari band Chivas. Sampai saat itu hanya formasi drum yang tidak pernah berubah, tetap diisi oleh Bimbim.

        Sampai pada akhirnya tahun 1989 Bongky kembali ke Slank. Bongky yang sebelumnya mengisi gitar pada Slank, kali ini harus rela berpindah ke Bass karena posisi gitar telah diisi oleh Pay. Bongki memerlukan beberapa waktu untuk beradaptasi di posisi barunya tersebut. Masih di tahun yang sama, Well welly keluar dari Slank. Lalu posisi vokal digantikan oleh Akhadi Wira Satriaji atau Kaka, yang sebelumnya bernaung digrup band Lovina bersama Mastto adik dari Bimbim. Pada tahun inilah formasi ‘AJAIB’ yakni formasi SLANK ke – 13 terbentuk.Formasi ke – 13 ini merupakan masa ke-emasan Slank. Setelah 5 tahun demo mereka ditolak oleh beberapa produser rekaman, akhirnya Slank mendapat kesempatan untuk menjalin kontrak dengan pemilik studio rekaman Triple M yaitu Macank. Namun baru menggarap lagu ke – 5, Boedi Soesatio teman dekat dari ayah Indra yang merupakan seorang produser rekaman menawarkan Slank untuk menjalin kontrak. Setelah itu, Slank mulai rekaman dan lahirlah album “Suit.. Suit.. He.. He.. (Gadis Sexy)” dengan desain cover sebuah logo bertuliskan Slank buatan Budi Soesatio dan album tersebut pun mendapat penghargaan sebagai album dengan penjualan terbaik tahun 1990 – 1991 dalam BASF awards kategori musik rock.

        Lewat lagu Maafkan yang menjadi andalan, Slank berhasil mendapat perhatian di belantika musik Indonesia. Karena saat itu hanya Slank yang berani membawakan lagu sendiri diantara band lain yang sedang giat meng-cover lagu dari band luar. Berkat penampilannya yang luar biasa nyeleneh yang justru memikat para kaula muda saat itu, Slank justru melupakan kontraknya dengan sang vokalis Kaka yang pada awalnya hanya dipinjam selama dua tahun saja. Setelah kesuksesan album pertama tadi, tahun berikutnya Slank kembali meluncurkan album terbaru yang diberi berjudul “Kampungan”. Dalam album yang berdesain cover penuh kecerahan dengan warna merah hati sebagai warna dasarnya ini, Slank terlihat lebih slenge’an dengan beberapa lagu di dalamnya terkesan merupakan luapan emosi dari para personil Slank. Lagu yang telah melegenda dan sudah memiliki 5 versi yakni Terlalu Manis, menjadi lagu andalan pada saat itu. Keunikan album ini adalah, terselipnya lagu ‘Nina Bobo’ yang dinyanyikan oleh Slank dan diiringi dengkuran operator Jackson Studio tempat mereka rekaman. Album ini juga medapat penghargaan BASF Best Selling Album 1991-1992 kategori Pop Rock. Sang gitaris yakni Pay juga sempat keluar dari Slank karena kesibukannya membantu album solo milik Andy Lyani, namun pada akhirnya personil yang lain berhasil membujuknya kembali.
 
       Selepas album kedua tersebut, Slank mendapatkan cobaan. Ketika berada di Bali, para personil Slank mendapat tawaran dari kawan barunya untuk mencoba barang haram (Narkotika) yang pada akhirnya menjerat mereka sehingga para personil Slank menjadi pecandu. Di tengah kondisi tersebut, Slank masih bisa profesional. Terbukti dengan album ke – 3nya yang berjudul “PISS” dengan cover album sesosok tubuh pria bertelanjang dada meraih penghargaan BASF Selling Album 1992-1993 kategori Rock Alternatif. Karena mempunyai beberapa masalah dengan Boedi Soesatio, selepas album ketiga tersebut Slank melakukan reformasi dengan memutuskan untuk berdiri sendiri. Slank memilih jalan baru dalam bermusik, yakni menjadi indie label tepatnya pada tahun 1994. Lepas dari Boedi, akhirnya slank menggaet Denny “BDN” mantan personil Slank yang saat itu bekerja di perusahaan valas untuk mengurusi manajemen yang diberi nama ‘Pulau Biru Production’. Pulau Biru merupakan salah satu judul lagu yang terdapat di album Kampungan dan Slank juga mengusung bendera rekaman baru yakni “Piss Record”.
           Dibawah bendera Piss Record, Slank berhasil meluncurkan album ke – empat dengan judul ”Generasi Biroe” yang proses penggarapannya berlangsung di tiga tempat berbeda, yakni di Pondok Nurul (Puncak, Jawa Barat), Cibubur, dan bangunan bekas sekolah milik Bunda Iffet yang terletak di Jalan Potlot akhirnya direlakan untuk dibentuk ulang menjadi studio. Alhasil album ini meraih BASF Double Platinum Album untuk kategori Penjualan Album Rock Terlaris Tahun 1994-1995. Bahkan belum lama ini Denny Sakrie yang merupakan seorang pengamat musik mengatakan bahwa, album Generasi Biroe ini merupakan album terbaik Slank. Dalam album ini terdapat lagu Terbunuh Sepi yang meraih penghargaan sebagai Video Klip Favorit dari VMI (Video Musik Indonesia) 1994/1995 dan Video Klip Terbaik Sepanjang Tahun 1995/1996. Kesuksesan Slank tidak hanya sampai di album keempat. Tahun berikutnya 1995 Slank meluncurkan album kelima yang berjudul “Minoritas”. Lagu Bang Bang Tut yang menjadi andalan berhasil mendapat penghargaan sebagai Video Klip Terbaik dari VMI (Video Musik Indonesia) Tahun 1995/1996. Keunikan album ini terlihat dari kreatifitas Slank yang menuliskan lirik lagu dengan tulisan terbalik, jadi dibutuhkan sebuah cermin untuk membaca lirik lagu di album kelima Slank ini.

Aroma keretakan antar personel Slank formasi ke – 13 pun mulai terjadi setelah rilisnya album Minoritas tersebut. Masing – masing personil bersikap apatis karena pengaruh narkoba yang menaungi jiwa dan raga mereka. Selain itu masing – masing personil juga memiliki kesibukan sendiri seperti membantu produksi album penyanyi lain. Sehingga Slank pun sedikit terlantar dan membuat kekompakan Slank semakin tidak bisa dipertahankan. Sampai pada akhirnya, Bimbim selaku leader band memutuskan agar Slank vakum terlebih dahulu dan setelah itu Bimbim melayangkan surat pemecatan terhadap tiga personel Slank yakni Bongky, Indra, dan Pay. Formasi yang begitu solid yang sering dibilang formasi Ajaib dan menciptakan fenomena itu pada akhirnya harus bubar juga.
demikian sekilas info slank dari saya..
somaga bermanfaat bro..
piiiissss.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar